DAMPAK COVID-19
DAMPAK COVID-19 BAGI EKONOMI KELUARGA
Hadirnya pandemi COVID-19 telah membawa perubahan terhadap dunia dengan berbagai tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Di Indonesia, COVID-19 telah menjangkiti lebih dari 1,3 juta orang sejak kasus pertama diumumkan pada bulan Maret 2020, setidaknya 35.000 orang telah meninggal dunia. Namun, upaya untuk menghambat penyebaran virus COVID-19 telah menghambat kegiatan perekonomian dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan sosial semakin dirasakan masyarakat.
"Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada negara, tetapi juga secara langsung berdampak pada unit terkecil dari negera yaitu rumah tangga/keluarga," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Denpasar 12, Rabu (10/3).
dampak yang diakibatkan oleh wabah COVID-19 sangat meluas ke berbagai aspek kehidupan di masyarakat, terlebih dampak negatif yang dirasakan dalam aspek ekonomi keluarga.
Dampak negatif dari Pandemi Covid-19 bagi ekonomi Keluarga yakni:
1. Barang kebutuhan sehari-hari naik
Di sektor ekonomi, dampak Covid 19 terjadi pada kenaikan harga di pasaran. Memasuki akhir tahun 2020, kenaikan harga semakin meningkat tajam, khususnya pada harga kebutuhan pokok, seperti gula, minyak goreng, dan telur.
"Tidak hanya itu, kenaikan harga juga terjadi pada buah dan sayur-sayuran, yang merupakan kebutuhan penting sebagai konsumsi sehari-hari agar tetap sehat di masa Pandemi Covid 19," keluh warga yang berprofesi Ibu Rumah Tangga, Rabu (16/12/2020).
2. Kemampuan/daya beli keluarga menurun
Daya beli keluarga saat ini melemah karena pendapatannya menurun. Penurunan pendapatan ini salah satunya akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak pandemi Covid-19.
3. Utang membesar.
Keuangan keluarga di Masa pandemi semakin menurun karena disebabkan oleh Pemutusan hubungan kerja (PHK), maka dari itu semakin kesini keluarga sering meminjam uang ke bank atau kepada seseorang karena dalam hal untuk kebutuhan keluarga, dan mengakibatkan pembengkakan utang.
4. Tingkat pengembalian investasi/tabungan/deposito rendah.
Melalui alat ukur yang disebut Bona Fide Real Return ditunjukkan mengenai tingkat-tingkat sesungguhnya dari deposito perbankan.
Angka ini diperoleh dengan mengurangi tingkat suku bunga deposito yang terdaftar di bank dengan inflasi yang berlaku, pajak atas bunga, dan risiko kredit.
Omset bisnis banyak menurun. Pendapatan keluarga menurun. Tidak dapat membayar cicilan ke bank tepat waktu. Biaya sekolah dan kuliah bertambah untuk menunjang belajar melalui pengadaan internet/teknologi.
5. Biaya sekolah dan kuliah bertambah untuk menunjang belajar melalui pengadaan internet/teknologi.
Salah satu kendala dalam PJJ pada masa pandemi Covid-19 ini adalah beban pembelian kuota internet. Pembelajaran daring membutuhkan kuota internet yang cukup besar dan ini sangat membebani peserta didik. Terlebih lagi pada masa pandemi Covid-19 ini juga berdampak besar bagi sendi-sendi kehidupan termasuk ekonomi. Bayangkan saja keluarga yang terkena PHK, tentunya akan merasakan kesulitan ekonomi. Ditambah lagi anak-anaknya yang sekolah harus mengikuti pembelajaran daring dengan biaya pembelian kuota cukup mahal.
Pandemi COVID-19 mengakibatkan perekonomian Indonesia melambat hingga
mengalami penurunan. Akibat dari hal itu adalah ekonomi sektor rumah tangga pun mengalami stagnasi dan bahkan penurunan tajam dalam pendapatan rumah tangga karena banyak terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemutusan hubungan kerja (PHK) ini semakin memperburuk kondisi ekonomi pekerja yang di PHK sehingga berbagai kebutuhan pun tak dapat di penuhi. Berbagai stimulus kebijakan diberikan Pemerintah namun belumlah menyelesaikan masalah yang dihadapi ekonomi sector rumah tangga karena relative tidak ada kegiatan produktif dan juga perusahaan- perusahaan hingga UMKM pun mengalami penurunan penghasilan.Menghadapi tekanan ekonomi yang berat, ekonomi sector rumah tangga masih memiliki peluang bertahan dan dapat meningkatkan taraf hidupnya yaitu melalui ketepatan manajemen keuangan rumah tangga.
Namun, di balik berbagai dampak yang dapat dirasakan, pandemi Virus Corona juga memiliki efek positif yang bisa dimanfaatkan keluarga
Menurut Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), I. Agustina Erni Susiyanti MSc, berikut efek positif COVID-19 bagi keluarga;
- Meningkatkan komunikasi dan keharmonisan keluarga
Sebelum COVID-19 menghantui, anggota keluarga sering berkegiatan di luar rumah, berangkat pagi dan pulang sore atau malam. Dalam situasi seperti itu waktu luang untuk berkomunikasi satu sama lain jadi sangat terbatas.
-Membangun kelekatan
Sekarang kita bisa meningkatkan kemampuan kita untuk berkomunikasi, saling memahami pasangan, saling memahami anak, saling mendengar, ini kesempatan kita berkumpul dan membangun kelekatan.
- Pola hidup bersih dan sehat
Munculnya Virus Corona dari Wuhan, China ini memaksa setiap orang untuk menerapkan gaya hidup bersih dan sehat. Tanpa disadari, kini pola hidup bersih dan sehat telah menjadi kebiasaan bagi banyak orang.
Jadi sekarang ketika masuk rumah langsung cuci tangan, cuci kaki. Harapannya ini akan terus berlanjut bukan hanya pada masa pandemi tapi pola hidup sehat ini seharusnya sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga kita.
DAMPAK COVID-19 BAGI PENDIDIKAN
Pendidikan di Indonesia berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak adanya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Virus ini telah menyebar ke seluruh belahan bumi, dan sampai saat ini masih menjadi perbincangan.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat sudah terbiasa dan harus menerima serta mendukung adanya kebijakan yang telah di buat oleh pemerintah dalam dunia pendidikan. Sebab pada masa pandemi ini, sistem pembelajaran daring merupakan langkah yang paling tepat untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19.
Dalam sistem pembelajaran jarak jauh yang dianjurkan pemerintah masih banyak kendala seperti kendala pada jaringan, susahnya untuk memahami materi yang diterima atau ditangkap oleh siswa maupun pelajar, dan banyak keluhan seperti diberikannya tugas yang banyak.
Namun, di samping itu terdapat sisi positif dalam sistem pembelajaran daring, salah satunya yaitu orang yang tadinya tidak mengerti menggunakan teknologi seperti handphone atau laptop, jadi mengerti semenjak diberlakukannya pembelajaran daring serta work from home, karena masyarakat di Indonesia diharuskan untuk menggunakan teknologi.
Harapan Setelah Pandemi Covid-19 berakhir:
Harapan saya pribadi adalah semoga saat pandemi sudah berakhir dapat melakukan aktivitas seperti biasanya, dan dapat melaksanakan pembelajaran ke sekolah pada umumnya.
addres email: pathurrahmansptraa@gmail.com
alamat blog: serbaserbicovid19.blogsot.com
Nama : Pathur Rohman Saputra
Kelas : X IPA 1
Komentar
Posting Komentar